Local Exhaust Ventilation (LEV) PDF Print E-mail
Ventilasi termasuk alat kontrol engineering (kerekayasaan) yang utama dan harus tersedia untuk mengurangi konsentrasi dari gas, debu, uap, asap dan kotoran di udara. Salah satu jenis ventilasi adalah Local Exhaust Ventilation (LEV). Local Exhaust Ventilation merupakan sistem yang menggunakan ventilasi khusus untuk mencegah atau mengurangi tingginya tingkat zat-zat berbahaya yang naik ke udara yang dapat dihirup oleh orang-orang di lingkungan kerja. Sistem ini dirancang untuk mengambil keuntungan dari pergerakan yang dilakukan oleh kontaminan untuk menangkapnya tanpa membutuhkan sejumlah besar udara.

Secara ideal, sistem LEV seharusnya terdiri dari 4 bagian: hood, duct work, air cleaning device, dan fan. Adapun gambarnya adalah sebagai berikut:  

 

 

 

 

Image  

 

 

 

 

Hood menangkap kontaminan dengan memanfaatkan momentum yang sedang terjadi. Faktor yang mempengaruhi rancangannya berdasarkan pada bentuk, kecepatan serta arah di mana kontaminan dilepaskan. Untuk partikel kontaminan yang besar dan berat, maka hood harus diletakkan pada posisi tepat di atasnya. 

Duct work menyediakan jalan untuk membawa kontaminan ke bagian pembersih udara. Kecepatan dari udara pada saluran ini harus cukup tinggi untuk mencegah partikel-partikel besar dari pengendapan di dalam duct. Makin besar partikel, maka makin tinggi kecepatannya. 

Air cleaning device memisahkan kontaminan dari aliran udara sebelum melanjutkan ke fan dan dilepaskan ke atmosfer atau di daur ulang ke area kerja. Terdapat dua bagian, yaitu: air filters dan dust collectors. Air filters dirancang untuk memisahkan konsentrasi partikel yang berukuran kecil dari udara. Dust collectors dirancang untuk memisahkan konstrasi partikel yang berukuran lebih besar, yang biasanya terdapat di udara pada proses industri. 

Fan merupakan alat yang berfungsi untuk menyalurkan udara ke semua bagian alat LEV. Fan harus memiliki tekanan yang cukup untuk memindahkan volume udara melalui hood, ducts, dan alat pengumpul pada kecepatan yang tepat. Setiap bagian dari elemen LEV harus dirancang secara khusus untuk berbagai tipe kontaminan yang dipisahkan. Selain itu setiap elemen juga harus dilakukan perawatan pada kondisi optimum melalui inspeksi dan perawatan regular.  

Agar LEV dapat bekerja dengan baik :

 
  • Tidak boleh menghalangi atau merintangi masukan udara atau sumber udara pengganti.
  • Operasi dijalankan di sekitar fume hood atau area masukan udara.
  • Jangan memosisikan diri di antara sumber kontaminan dan masukan udara, karena dapat menjadikan diri terpapar kontaminan konsentrasi tinggi.
  • Pastikan sistem ventilasi bekerja dengan baik dan tidak rusak.
  • Pastikan sistem ventilasi sesuai dengan material yang digunakan, sebagai contoh, fume hoods tertentu harus digunakan untuk perchloric acid untuk mencegah terbentuknya ledakan berbahaya di ductwork

  

LEV dibutuhkan saat:

  1. Kontaminan bersifat toksik atau korosif (seperti asap timah, kabut asam, uap pelarut).
  2. Konsentrasi kontaminan tinggi.
  3. Lokasi pekerja di sekitar emisi.
  4. Emisi kontaminan setiap waktu atau kecepatan emisi berubah-
    ubah terhadap waktu.
  5. Durasi pekerja terekspos kontaminan panjang.
  6. Kontaminan harus disaring keluar sebelum dilepaskan ke
    udara.
  7. Proses mengeluarkan panas.
  8. Perundang-undangan mengharuskan adanya ventilasi pembuangan
    gas.
     

Sistem LEV sangat efektif, karena:

  1. Meminimasi pekerja yang terpengaruh kontaminan.
  2. Volume alat pembuangan gas kebih sedikit dari ventilasi
    biasa.
  3. Kontaminan dapat dikumpulkan untuk pembuangan atau recovery.
  4. Peralatan di lingkungan kerja terlindungi dari panas dan
    zat-zat kimia yang korosif.
  5. Pekerja tidak harus menggunakan alat perlindungan pernapasan.

 


Contoh pemakaian LEV di industri:

 

Image

 
< Prev   Next >