
| Menu Utama | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
| Enviro Time | |
|---|---|
|
|
| Pengelolaan Persampahan |
|
|
|
|
Sampah merupakan suatu masalah yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. Secara teori, sampah sangat mudah dalam pengelolaannya namun dalam prakteknya sangatlah sulit. Sampah dihasilkan dari proses produksi yang dilakukan dalam kehidupan manusia dan proses alami. Proses produksi yang dimaksud bukan berarti hanya terjadi di perusahaan/industri saja tetapi dalam semua lingkup kegiatan manusia. Proses produksi yang terjadi dapat mengakibatkan adanya suatu transformasi dari materi yang digunakan yang pada akhirnya dapat menghasilkan produk dan limbah. Limbah yang dalam wujudnya padat, maka disebutlah sebagai sampah yang sering kita jumpai sehari-hari.
Proses Terjadinya Sampah/Limbah
Sampah merupakan limbah padat yang terjadi akibat proses produksi yang terjadi dalam seluruh kegiatan yang manusia lakukan di alam ini. Walaupun sampah merupakan suatu hasil sampingan yang dapat dikatakan jumlahnya cukup kecil dibandingkan produk yang dihasilkan, tetapi jika tidak ditangani dengan baik dan benar maka sampah tersebut akan menjadi suatu momok yang sangat hebat dalam kehidupan manusia. Sampah dapat terjadi karena adanya suatu proses transformasi yang terjadi pada proses produksi yang dilakukan oleh manusia. Proses transformasi pembentukan limbah terdiri dari beberapa macam, yaitu:
Transformasi ini tidak menyebabkan perubahan sifat atau karakter pada sampah yang dihasilkan. Misalnya pada kertas yang telah digunakan untuk melipat tetapi belum mengandung bahan-bahan lainnya (seperti tinta pulpen) dan tidak dipakai lagi kemudian dibuang dan menjadi sampah. Maka kertas tadi mengalami transformasi secara mekanik/fisik saja.
Transformasi ini menyebabkan perubahan sifat atau karakter pada sampah yang dihasilkan. Jadi ada suatu perubahan yang menghasilkan produk yang sama sekali berbeda dari aslinya dan dari proses tersebut dapat menghasilkan limbah.
A + B à C + D, dengan A + B adalah proses transformasi, C produk yang dihasilkan dan D adalah limbah yang terbentuk. Biasanya pada produk yang dihasilkan dapat juga menimbulkan limbah kembali.
Setiap produksi biasanya memerlukan bakan baku sekunder yang fungsinya membantu proses produksi, tetapi bahan baku tersebut akan sangat jarang menjadi produk tetapi biasanya dapat digunakan lagi atau dapat juga menjadi limbah, contohnya solvent, pendingin, pelarut, dll.
Misalnya:
Limbah ini terjadi karena pemakaian pembungkus (package) pada bahan-bahan yang diproduksi oleh manusia, sehingga menimbulkan buangan setelah pemakaian produk tersebut. Secara umum, proses terjadinya sampah/limbah dapat digambarkan sebagai suatu diagram di bawah ini:
Sumber, Jenis, Timbulan dan Komposisi Sampah
Sumber sampah
Sumber sampah pada dasarnya terjadi akibat dari adanya aktivitas dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia dalam rangka pemenuhan kehidupannya. Misalnya dalam suatu kota, maka sampah yang akan terjadi dapat berasal dari rumah (sumber mayoritas), pasar, kegiatan komersial, hotel dan restoran, tempat umum, drainase dan instalasi-instalasi lainnya.
Jenis-jenis sampah
Jenis-jenis sampah dapat dibagi menjadi beberapa macam yaitu:
Jenis sampah berdasarkan sumbernya:
Contohnya: sisa makanan, bungkus sabun, botol, dll
Contohnya: limbah B3, logam bekas produksi, dll
Jenis sampah berdasarkan sifatnya
Sampah biodagradable (mudah membusuk)
Contohnya: sisa makanan, sayuran, daun-daunan, dll
Sampah nonbiodaradable (tidak mudah membusuk )
Contohnya: kertas, plastik, kain, dll
Sampah combustible (mudah terbakar)
Contohnya: plastik, kertas, kain, dll
Sampah noncombustible à tidak mudah terbakar
Contohnya: kaleng, gelas, kaca, dll
Sampah bervolume besar (bulky)
Contohnya: bekas kulkas, mobil, motor, sisa logam, dll
Sampah bervolume kecil
Contohnya: kertas, plastik, bungkus permen, dll
Timbulan sampah
Timbulan merupakan suatu satuan ukuran yang dilakukan untuk menghitung berapa banyak sampah yang diproduksi atau dibuang dalam suatu proses produksi. Biasanya di Indonesia besar timbulan akan dinyatakan dalam satuan liter/orang/hari.
Komposisi sampah
Komposisi merupakan pengelompokan jenis sampah berdasarkan sifat kualitatifnya seperti yang telah dicontohkan di atas pada pembagian sampah berdasarkan sifatnya. Sistem Pengelolaan dan Penanganan Sampah di Indonesia
Sistem pengelolaan sampah di Indonesia dapat dikatakan masih tergolong tradisional dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Di Indonesia masih menganut sistem kumpul, angkut dan buang. Walaupun demikian, sistem tersebut dapat dikatakan sangat unik, karena melibatkan peran serta masyarakat yang sangat besar secara swadaya. Sehingga di Indonesia akan mengenal sistem formal dan informal. Sistem formal merupakan sistem yang legal menurut aturan yang berlaku, baik itu oleh masyarakat maupun pemerintah. Sedangkan sistem informal merupakan komponen-komponen di luar sistem formal yang ikut mengelola dan menangani sampah tetapi tidak berdasarkan aturan yang berlaku.
Masyarakat yang terlibat mulai dari Rukun Tetangga (RT) dan bekerjasama dengan pemerintah kota. Keterlibatan ini biasanya dilakukan dengan melakukan pengkoordiniran dalam mengumpulkan sampah hingga ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang telah disediakan oleh pemerintah. Kemudian pemerintah melalui dinas kebersihan akan mengangkut sampah-sampah tersebut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Biasanya sistem ini akan berjalan lancar dan berhasil pada golongan masyarakat menengah ke atas atau memiliki pendidikan yang cukup tinggi sehingga akan memunculkan kesadaran akan pentingnya kebersihan yang ditunjang oleh penghasilan yang cukup. Pada masyarakat golongan menengah ke bawah atau memiliki pendidikan yang masih rendah maka persepsi mereka akan kebersihan masihlah sangat kurang. Secara umum, sistem pengelolaan dan penanganan sampah di Indonesia dapat digambarkan pada diagram berikut ini:
Reduce, Reuse dan Recycle
Dalam sistem pengelolaan dan penanganan sampah secara modern dikenal salah satunya adalah 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle). Reduce berarti bahwa kita berusaha semampu mungkin untuk mengurangi berbagai jenis sampah yang akan ditimbulkan akibat aktivitas dan kegiatan yang akan dilakukan. Jadi kita perlu melakukan suatu usaha agar sampah yang dihasilkan dapat seminimal mungkin. Contohnya ketika kita melakukan pembungkusan terhadap barang yang akan dibeli dengan plastik, usahakan cukup menggunakan satu plastik saja, sehingga tidak banyak menghasilkan sampah plastik.
Selanjutnya, reuse berarti menggunakan kembali barang-barang yang telah dipakai dengan maksud untuk mencegah dibuangnya barang tersebut sebagai sampah atau limbah. Contohnya pada saat pembelian air minum mineral dengan botol, maka botolnya dapat digunakan untuk diisi air minum lagi. Kemudian recycle berarti mendaur ulang sampah atau limbah yang ada menjadi barang yang dapat bermanfaat kembali. Contohnya adalah mendaur ulang kertas yang telah digunakan untuk menjadi kertas kembali.
Dengan memakai sistem 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle) maka diharapkan masyarakat menjadi lebih bertanggung jawab akan sampah yang akan dan telah dihasilkan sehingga mengurangi beban yang ditanggung oleh alam dan lingkungan untuk menampung sampah. Selain itu juga membantu pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pemerintah dan dapat mengurangi biaya-biaya dalam menanggulangi masalah sampah. |
| < Prev | Next > |
|---|
| Terbaru |
|---|
| Popular |
|---|